1 Tesalonika 2:9-10 (AVB) Saudara-saudaraku, tentu kamu ingat betapa kami bertungkus-lumus siang malam agar tidak membebankan kamu ketika kami menyebarkan Injil daripada Allah. Kamu menjadi saksi kami, di samping Allah, bahawa setiap perbuatan kami suci, benar dan tiada cacat celanya dalam kalangan kamu yang beriman. Kopivosihan bertemu lagi dalam renungan pagi, hari ini kita belajar tentang "Bertungkus lumus siang dan malam" Bab 2 surat 1Tesalonika berkisar tentang teologi kerja dan teologi penderitaan. Jemaah Tesalonika seperti jemaah di Yudea dianiaya oleh bangsa sendiri (ay.14), Tuhan Yesus dan para nabi sendiri dibunuh oleh orang Yahudi (ay.15). Penderitaan dalam pelayanan biasanya datang dari dalam, sejarah gereja kita hanya sekali ada penderitaan sebabkan dari luar selebihnya dari dalam sebab konflik teologi, jawatan, kewangan, kecurangan wang dan moral. Kemudian Paulus mengajar teologi kerja, mereka bekerja siang malam untuk menanggung perbelanjaan pasukan penginjilannya tanpa membebankan jemaah di Tesalonika (ay.9), boleh dikatakan mereka bekerja dan melayani, mungkin sesuai konteks para pelayanan sukarela gereja kita hari ini, seperti saya sendiri. Bekerja dan melayani. Malah Paulus ingin jemaah Tesalonika meneladani mereka termasuk teologi kerja agar pelayanan mereka suci, benar dan tidak bercacat cela (ay.10). Mari kita belajar Bertungkus lumus siang malam menampung biaya pelayanan. Damai sejahtera di jiwa kita. 🎚️emanuelministry.blogspot.com Kudat Sabah, Malaysia. 1.3.2025.

Comments

Popular Posts