Lalu Ayub menjawab, “Aku sudah mendengar banyak percakapan seperti itu. Kamu semua penghibur hati yang menyeksa! Tidak habis-habiskah kata-kata kosong itu? Apakah yang mendesak kamu sehingga engkau menjawab? ” Ayub 16:1-3 Konsapatan bertemu lagi dalam renungan pagi, hari ini kita belajar tema "Penghibur hati yang menyeksa" Bab 16 kitab Ayub, jawapan Ayub kepada sahabatnya yang bernama Elifas ini percakapan kedua mereka. Ayub mengatakan para sahabatnya penghibur hati yang menyeksa (ay.2). Kata-kata para sahabat tidak menghiburkan Ayub malah menyeksa dia, adalah lebih baik kalau mereka berdiam diri tidak perlu menjawab (ay.3). Pelayanan kaunseling pastoral bukan banyak perkataan atau nasihat yang kita berikan yang diutamakan tetapi mendengar dengan penuh perhatian sehingga kita mampu mengulang perkataan jemaah yang kita layani. Itu lebih baik berbanding banyak kata-kata tetapi menjadi penghibur hati yang menyeksa seperti para sahabat Ayub. Semoga kita tidak seperti para sahabat Ayub menjadi penghibur hati yang menyeksa. Doa: Tuhan Yesus tolong kami supaya bijaksana berkata-kata jangan sampai penghibur hati yang menyeksa. Sejahtera selalu. 🎚️emanuelministry.blogspot.com Kota Kinabalu Malaysia 11.8.2026.

Comments

Popular Posts