Oleh sebab itu Hanun menangkap para utusan Daud. Dia mencukur mereka dan memotong pakaian mereka di bahagian tengah sampai ke pangkal paha. Setelah itu, disuruhnya mereka pergi. Ketika diberitahu hal tentang para utusan itu, Daud seterusnya mengutus orang menemui mereka, kerana mereka berasa malu sekali. Kata raja, “Tinggallah di Yerikho sampai janggutmu tumbuh lagi. Sesudah itu pulanglah kamu.”
1 Tawarikh 19:4-5
Konsapatan bertemu lagi dalam renungan pagi, hari ini kita belajar tema "Mereka berasa malu sekali"
Bab 19 kitab 1 Tawarikh kisah raja Daud menghantar utusan sebagai tanda ingin bersahabat kepada raja bani Amon atas kematian Nahas raja mereka, (ay.1-2).
Tetapi raja Hanun pengganti raja Nahas mendengar nasihat para pembesarnya yang mengatakan Daud bukan benar-benar mahu bersahabat tetapi mengintip negeri mereka untuk digulingkan (ay.3).
Maka Hanum pun membuat malu terhadap para utusan Daud dengan mencukur dan memotong pakaian mereka sehingga ke pengkal paha kemudian disuruh pergi (ay.4).
Akhirnya perang berlaku, bani Amon kalah, orang Aram yang diupah oleh raja Amon juga kalah dan rakyat di bawah kekuasaannya berdamai dengan Daud (ay.19).
Begitulah kisah perkara baik disalah tafsir oleh pembesar Amon.
Perlu kita ingat macam pun keadaan berdamai merupakan tindakan terbaik sebab itu pandanglah setiap peristiwa melalui kaca mata damai.
Tuhan Yesus sudah memberi kita damai sejahtera tinggal lagi kita mahu memberi damai kepada orang lain atau membuat orang lain mereka merasa malu sekali.
Semoga kita tidak seperti raja Hanum membuat para utusan raja Daud mereka merasa malu sekali.
Doa: Tuhan Yesus tolong kami supaya menerima damai dan memberi damai.
Sejahtera selalu.
🎚️emanuelministry.blogspot.com
Kota Kinabalu Malaysia 8.5.2026.
- Get link
- X
- Other Apps
Comments
Post a Comment