1 Samuel 14:43-45 (TB) Kata Saul kepada Yonatan: "Beritahukanlah kepadaku apa yang telah kauperbuat." Lalu Yonatan memberitahukan kepadanya, katanya: "Memang, aku telah merasai sedikit madu dengan ujung tongkat yang ada di tanganku. Aku bersedia untuk mati."
Kata Saul: "Beginilah kiranya Allah menghukum aku, bahkan lebih lagi dari pada itu. Sesungguhnya, Yonatan, engkau harus mati."
Tetapi rakyat berkata kepada Saul: "Masakan Yonatan harus mati, dia yang telah mendapat kemenangan yang besar ini di Israel? Jauhlah yang demikian! Demi TUHAN yang hidup, sehelai rambut pun dari kepalanya takkan jatuh ke bumi! Sebab dengan pertolongan Allah juga dilakukannya hal itu pada hari ini." Demikianlah rakyat membebaskan Yonatan, sehingga ia tidak harus mati.
https://alkitab.app/v/16d2d739cdbe
Shallom semua, bertemu lagi dalam renungan pagi. Hari ini saya mahu berkongsi tentang kisah Yonatan anak lelaki raja Saul melanggar titah raja iaitu bapanya sendiri, agar tidak makan dan minum sebelum misi perang mereka selesai. Tegas juga pula raja Saul setelah menjadi raja, dia tidak double standard, walapun anaknya sendiri yg melanggar titah raja. Anda pernah double standard atau anda pernah di singkirkan sebab ada yg bermain double standard?.Tuhan Bapa kita di Surga tidak double standard, walaupun Tuhan Yesus adalah Anak dan diriNya sendiri Ia tetap diperlakukan seperti manusia lain, dicobai, disakiti, merasa lapar dan dahaga, kesepian dan sebagainya. Raja Saul tidak teragak agak mempertaruhkan nyawanya dan nyawa anaknya demi kebenaran. Hebat, sukar kita cari pemimpin seperti ini. Biasanya pemimpin akan melindungi dan mempertahankan ahli keluarga dan para pengikutnya walapun terbukti mereka melakukan kesalahan. Mari kita belajar agar tidak double standard atau pilih bulu dalam kepimpinan kita dalam keluarga, gereja dan dalam masyarakat.
Salam damai untuk kita semua.
✝ emanuelministry.blogspot.com 23.7.19 KK.
Kata Saul: "Beginilah kiranya Allah menghukum aku, bahkan lebih lagi dari pada itu. Sesungguhnya, Yonatan, engkau harus mati."
Tetapi rakyat berkata kepada Saul: "Masakan Yonatan harus mati, dia yang telah mendapat kemenangan yang besar ini di Israel? Jauhlah yang demikian! Demi TUHAN yang hidup, sehelai rambut pun dari kepalanya takkan jatuh ke bumi! Sebab dengan pertolongan Allah juga dilakukannya hal itu pada hari ini." Demikianlah rakyat membebaskan Yonatan, sehingga ia tidak harus mati.
https://alkitab.app/v/16d2d739cdbe
Shallom semua, bertemu lagi dalam renungan pagi. Hari ini saya mahu berkongsi tentang kisah Yonatan anak lelaki raja Saul melanggar titah raja iaitu bapanya sendiri, agar tidak makan dan minum sebelum misi perang mereka selesai. Tegas juga pula raja Saul setelah menjadi raja, dia tidak double standard, walapun anaknya sendiri yg melanggar titah raja. Anda pernah double standard atau anda pernah di singkirkan sebab ada yg bermain double standard?.Tuhan Bapa kita di Surga tidak double standard, walaupun Tuhan Yesus adalah Anak dan diriNya sendiri Ia tetap diperlakukan seperti manusia lain, dicobai, disakiti, merasa lapar dan dahaga, kesepian dan sebagainya. Raja Saul tidak teragak agak mempertaruhkan nyawanya dan nyawa anaknya demi kebenaran. Hebat, sukar kita cari pemimpin seperti ini. Biasanya pemimpin akan melindungi dan mempertahankan ahli keluarga dan para pengikutnya walapun terbukti mereka melakukan kesalahan. Mari kita belajar agar tidak double standard atau pilih bulu dalam kepimpinan kita dalam keluarga, gereja dan dalam masyarakat.
Salam damai untuk kita semua.
✝ emanuelministry.blogspot.com 23.7.19 KK.
Comments
Post a Comment